Checklist Sebelum Bikin Website — 10 Hal yang Wajib Disiapkan
Panduan lengkap apa saja yang perlu disiapkan sebelum membuat website bisnis: tujuan, konten, gambar, domain, pembayaran, dan anggaran. Praktis untuk UMKM.
Jangan Langsung Cari “Jasa Website”
Banyak orang langsung browsing “jasa pembuatan website murah” — tapi justru sering berakhir kecewa karena hasilnya nggak sesuai bisnis. Kenapa? Karena website yang bagus itu dimulai dari persiapan, bukan dari koding.
Checklist di bawah ini bantu kamu (atau tim) menyiapkan 10 hal penting sebelum website mulai dikerjakan. Dengan ini, proses lebih cepat, budget pas, dan hasilnya benar-benar membantu bisnismu.
Checklist Sebelum Bikin Website
1. Tujuan yang Jelas
Website buat apa?
- Menjual produk?
- Menerima booking / pesanan?
- Membangun citra profesional?
- Menampilkan info & kontak?
Tips: Mulai dari satu tujuan utama, jangan borong. Website dengan fokus tunggal lebih efektif daripada yang mencoba semuanya.
2. Target Pelanggan
Siapa yang akan datang ke websitemu? UMKM → pelanggan lokal/konsumen akhir; jasa → klien/korporat. Konten & bahasa disesuaikan dengan target ini.
3. Konten & Nama
Siapkan:
- Nama bisnis & logo (kalau sudah ada)
- Deskripsi singkat (tentang, layanan, keunggulan)
- Foto produk/lokasi/aktivitas (yang bagus, bukan blur)
- Kontak: WA, email, alamat, jam operasional
Konten yang bagus = website yang dipercaya. Foto blur atau teks kosong bikin calon pelanggan ragu.
4. Cek Ketersediaan Nama Domain
Idealnya .com atau .co.id yang singkat & mudah diingat. Cek apakah sudah dipakai orang lain (gunakan registrar seperti Niagahoster, IDCloudHost, dll).
5. Keputusan: Desain Custom atau Template
- Custom: unik, eksklusif, sesuai brand, lebih mahal
- Template: cepat, murah, tapi bisa “itu-itu aja”
Untuk bisnis yang mau menonjol, custom lebih disarankan.
6. Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan
- Form & WhatsApp (untuk konsultasi/order)
- Pembayaran QRIS/transfer (kalau toko)
- Kalender booking (kalau jasa)
- Bahasa ganda (kalau target luas)
Hindari fitur yang “bagus” tapi nggak dipakai — itu buang biaya.
7. Persiapan Pembayaran (kalau jualan online)
Kalau website akan menerima uang, siapkan:
- Rekening bank bisnis
- Akun merchant QRIS (QRIS bukan rekening pribadi, perlu daftar merchant)
- Payment gateway (kalau butuh otomatis)
8. Anggaran Realistis
Hitung bukan cuma biaya pembuatan, tapi juga jangka panjang:
- Domain: ~250rb – 1,5jt/tahun
- Hosting: ~300rb – 1,5jt/tahun
- Maintenance/perawatan: opsional
Anggaran yang hanya “sekali bayar” sering bikin website mati setelah rilis karena nggak dirawat.
9. Siapa yang Mengurus Setelah Jadi
Buat keputusan: siapa yang update konten, perawatan, dan perbaikan setelah website live? Ini yang menentukan seberapa awet websitemu.
10. Tanya Siapa yang Mengerjakan
Cari tahu vendor-nya: apakah ada portofolio? Apakah Anda ditangani pribadi oleh founder atau dilempar ke tim? Transparansi = kontinuitas.
Ringkasan
| No | Hal yang Disiapkan | Kenapa Penting |
|---|---|---|
| 1 | Tujuan jelas | Website fokus & efektif |
| 2 | Target pelanggan | Konten tepat sasaran |
| 3 | Konten & foto | Membangun kepercayaan |
| 4 | Domain tersedia | Identitas online |
| 5 | Custom vs template | Budget & branding |
| 6 | Fitur esensial | Efisiensi biaya |
| 7 | Pembayaran | Siap jualan online |
| 8 | Anggaran jangka panjang | Website awet |
| 9 | Pengelola pasca-rilis | Kontinuitas |
| 10 | Vendor transparan | Kepercayaan |
Kalau Masih Bingung Mulai dari Mana
Nggak semua orang punya waktu menyiapkan 10 hal di atas sendirian. Kalau mau, tim/partner yang tepat bisa bantu menyiapkan konten & kebutuhan ini bareng-bareng saat proses pembuatan website — jadi Anda tinggal fokus ke bisnis.
Vandiza Tech membantu UMKM bikin website custom (landing, toko online, booking) dengan pendampingan dari awal persiapan sampai rilis — didukung founder langsung. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.